Puluhan Warga Geruduk KPU Demak, Ada Apa?

oleh

Uri.co.id, DEMAK – Sejumlah massa yang menamai diri Aliansi Pemuda dan Masyarakat untuk Indonesia Damai menggeruduk Kantor KPU Kabupaten Demak, Rabu (1/5/2019) siang.

Dikawal pihak kepolisian, mereka menyerukan pesan damai kepada masyarakat agar tetap menjaga kondusivitas pasca pemilu 2019 yang diselenggarakan 17 April kemarin.

Dalam dua pekan terakhir sering tersiar kabar dibeberapa akun media sosial tentang kecurangan KPU dan hasil perhitungan yang beredar tentang klaim kemenangan oleh beberapa pihak yang berkompetisi dalam pemilu 2019 baik dari daerah maupun pusat.

Koordinator Lapangan, Afifudin Habib mengatakan pada kesempatan kali ini dia ingin mengingatkan kepada masyarakat Demak untuk menghormati konstitusi yang berlaku, serta untuk menahan diri untuk menyebarkan berbagai informasi mengenai hasil penghitungan pemilu sembari menunggu Hasil resmi dari KPU.

Dalam aksi tersebut juga menghadirkan testimoni dari beberapa anggota KPPS maupun TPS yang mengaku kelelahan dalam pelaksanaan pemilu 2019.

“Saya sebagai anggota KPPS mengaku kelelahan dalam menjalankan tugas, la kok hasil perhitungannya malah dibilang curang,”ujar Samsul.

Dikatakan Samsul, seperti yang diketahui di kabupaten Demak secara total keseluruhan sudah ada 6 anggota KPPS yang meninggal akibat kelelahan saat bertugas.

Aksi tersebut ditutup dengan doa bersama untuk para pejuang demokrasi yang gugur dalam menjalankan tugasnya sebagai pelaksana pemilu serta penandatanganan petisi sebagai bukti dukungan terhadap Demokrasi dan KPU.

Petisi tersebut berisi dukungan terhadap KPU untuk menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai dengan prosedur yang berlaku.

“Kita ini masyarakat cerdas, jadi jangan sampai kita dibodohi secara massal dengan broadcast pesan2 yang tidak jelas sumbernya. Tunggu hasil resmi dari KPU saja. Demokrasi Berdaulat, Negara Kuat,”sambung dia.

Menanggapi aksi damai yang dilakukan oleh Aliansi Pemuda dan masyarakat, Komisioner KPU Kabupaten Demak, Siti Ulfaati mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat untuk tetap menjaga kondusifitas lingkungan.

“Saat ini yang bisa dilakukan untuk menjawab kepercayaan masyarakat adalah menyelesaikan penghitungan suara secara jujur, adil dan transparan sebagai bentuk perwujudan demokrasi prosedural secara langsung,”ucap Ulfa saat dikonfirmasi, Kamis (2/5/2019).

Selanjutnya, Ulfa juga mengucapkan belasungkawa kepada 6 petugas KPPS di kabupaten Demak yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya.

“Apa yang telah dilakukan oleh anggota KPPS tersebut merupakan bentuk kecintaan mereka terhadap negara ini, karena mereka adalah pahlawab yang telah bekerja keras menjalankan amanah rakyat yang tertuang dalam undang-undang,”tuturnya.

Dirinya juga meyakini keluarga yang telah ditinggalkan juga bangga akan pengabdian anggota KPPS tersebut.

“Kita sebagai masyarakat yang berperikemanusiaan,jangan sampai menodai perjuangan mereka dengan menyebarkan berita hoax,”harapnya.

Menurutnya, dengan beredarnya hoax di ruang publik dinilai berpotensi mengancam persatuan dan kedamaian bangsa. (agi) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!