Tahun 2019, Jumlah Angkatan Kerja di Jateng Bertambah 360 Ribu Orang

oleh

Uri.co.id, SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat, jumlah angkatan kerja di Jawa Tengah bulan Februari 2019 yakni 18,59 juta orang.

Jumlah tersebut bertambah 0,36 juta atau 360 ribu orang dibanding Februari 2018.

Sejalan dengan itu Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 70,21%.

Kepala BPS Provinsi Jateng, Sentot Bangun Widoyono mengungkapkan, dalam setahun terakhir, secara absolut pengangguran bertambah sekitar 10 ribu orang.

Tetapi kenaikan pengangguran jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan jumlah penduduk yang bekerja.

Sehingga angka TPT turun sebesar 0,01% poin menjadi 4,22% pada Februari 2019 dibandingkan Februari 2018.

Adapun Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi pada Februari 2019, terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan Diploma yaitu sebesar 8,41%.

“Penduduk bekerja sebanyak 17,81 juta orang, jika dilihat dari lapangan pekerjaan utama, lapangan usaha yang mengalami penurunan penyerapan tenaga kerja cukup besar terjadi di Pertanian (1,04 persen poin) dan Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (0,34 persen poin),” ujar Sentot, pada Uri.co.id, Senin (6/5/2019).

Ia menuturkan, sebanyak 10,73 juta orang (60,24%) penduduk bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal naik sebesar 0,22% poin dibanding Februari 2018.

Persentase tertinggi penduduk yang bekerja pada Februari 2019 adalah pekerja penuh (jam kerja minimal 35 jam per minggu) sebesar 71,75%.

“Sementara penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1-7 jam memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,54%. Sedangkan pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu (22,07 persen) dan pekerja setengah pengangguran (6.62%),” imbuhnya. (dta) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!