Fakta Mengejutkan Rekonstruksi Pembunuhan, Pelaku Kuliti Alat Vital Korban dan Disimpan di Celananya

oleh

Uri.co.id, TONDANO — Sadis! pembunuhan yang dilakukan dua pria ini terhadap rekannya sendiri di pantai Pantai Kombi Kecamatan Kombi Minahasa.

Hal mengejutkan terjadi pada rekonstruksi pembunuhan berencana ini, selain pelaku melakukan 11 penusukan dengan senjata tajam juga menguliti alat kelamin korban. 

Polres Minahasa melalui satuan reskrim beberapa waktu lalu berhasil meringkus 2 orang tersangka dalam kasus tindak pidana pembunuhan di Pantai Kombi Kecamatan Kombi yang diduga pembunuhan berencana.

Polres Minahasa yang dipimpin Kasat Reskrim AKP Mohammad Fadli melaksanakan giat rekonstruksi dugaan tindak pidana pembunuhan berencana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, Kamis (9/5/2019).

Pelaku dalam kasus ini lelaki ST dan AM. Keduanya diduga kuat telah merencanakan pembunuhan terhadap korban Santo Sumampouw, 

Rekonstruksi tersebut dilakukan oleh unit jatanras dan yang dibantu Tim Buser.

Rekonsruksi tersebut dilaksanakan di 3 tempat berbeda yakni di halaman Polres Minahasa, Alfamart Kampung jawa dan di pantai Kombi Desa Kombi.

Rekon memperagakan 58 adegan. Dalam adegan ke 46 terungkap fakta baru.

Setelah ST menikam korban sebanyak 13 kali di bagian dada kiri korban, ST juga memotong kulit bagian alat kelamin korban.

Setelah memotong kulit kelamin korban, ST menyimpan bagian kulit tersebut dalam bungkusan timah rokok miliknya kemudian disimpan kembali dalam celana yang ST gunakan.

Giat rekon dihadiri oleh tiga orang JPU dari Kejaksaan Negeri Minahasa, para saksi yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, penasehat hukum dan keluarga serta kerabat korban

Kapolres Minahasa AKBP Deny Situmorang SIK, melalui Kasat Reskrim AKP M Fadly SIK mengatakan, rekonstruksi  ini berdasarkan reka adegan dengan dasar laporan polisi pada tanggal 25 maret 2019.

“Berdasarkan laporan Polisi (LP) nomor 127/III/2019/SULUT/resmin tgl 25 maret 2019,” ucapnya.

Kronologis

Kejadian berawal pada tanggal 13 Maret 2019.

Saat itu ST pergi membeli pisau di Multi Mart Tomohon. Kemudian dengan menggunakan mobil yang disewanya pada tanggal 12 maret 2019 ST mengajak AM untuk pergi menjemput korban.

Setelah menjemput korban kedua tersanka bersama korban pergi ke Kampung Jawa Tondano untuk membeli komix.

Selepas itu, mereka langsung pergi ke pantai kombi.

Dalam perjalanan, antara tersangka dengan korban terjadi adu mulut.

Saat tiba di lokasi TKP pantai kora kora ST menyuruh AM berfoto bersama korban, dan secara tiba tiba ST langsung menikam korban sebanyak 2 kali.

Saat itu AM memegang tangan kanan korban dengan menggunakan tangan kirinya.

Pada saat ST melepaskan pegangannya korban langsung terjatuh dan ST dengan cara duduk di atas kelamin korban langsung menikam bagian dada kiri korban sebanyak 11 kali.

Selanjutnya ST mengambil ponsel korban dan melucuti celana korban lantas memotong kulit kelamin korban.

Setelah itu kedua kedua tersangka menarik korban dan dihanyutkan di pantai.

Setelah dilakukan pengejaran oleh Tim Buser yang dipimpin Kanit Aiptu Rony Wentuk, akhirnya kedua tersangka ditangkap dan diproses sesuai Undang undang berlaku. (eas) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!