Dua Keluarga di Temanggung Terpaksa Mengungsi Akibat Rumah Ludes Dilalap Si Jago Merah

oleh

Uri.co.id, TEMANGGUNG – ‎Dua kepala keluarga (KK) total tujuh jiwa, di Dusun Pandean, Desa‎ Morobongo, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, terpaksa harus mengungsi.

Ini setelah rumah Suwadi (65) dan Pamuji (55) ludes terbakar, dilalap si jago merah, Minggu (12/5/2019).

“Saat kebakaran tidak ada orang di rumah, selamat semua. Tapi sekarang tak punya tempat tinggal, terpaksa mengungsi,” kata Suwadi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi mengatakan, warga pertama kali melihat ada kepulan asap dari rumah Suwadi.

Tak lama kemudian, lantaran cuaca panas dan angin cukup kencang, api semakin membesar dan melahap rumah‎ yang sebagian besar terbuat dari kayu itu.

“‎Setelah melahap rumah korban, api kemudian menjalar ke gudang padi dan kayu,” ujar Gito.

Tak cukup sampai di situ, ‎jilatan si jago merah belum dapat dijinakkan, sehingga api merambat ke rumah-rumah yang ada di sekitar.

Menurutnya, terdapat empat rumah yang dijilat si jago merah.

“Satu rumah lagi, milik Pamuji yang akhirnya‎ juga luluh lantak. Pamuji dan empat anggota keluarga kini juga harus mengungsi,” terangnya.

Sementara, tiga rumah lain mengalami rusak ringan.

Keempatnya adalah rumah milik Salbiyah (55), Aspan‎ (60), dan Tego Prihatin (47).

“Dari tiga rumah terdampak, yang paling parah kerusakannya milik Tego Prihatin,” ujar Gito.

Ditegaskan, tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Hanya, kerugian ditaksir mencapai puluhan atau bahkan mendekati ratusan juta Rupiah.

“Taksiran kami, kerugian material sedikitnya mencapai Rp 80 juta. Beruntung sama sekali tak ada korban jiwa atau terluka,” tegasnya.

Koordinator Operasi Unit Pemadam Kebakaran Kabupaten Temanggung, Edi Susilo, mengatakan penyebab kebakaran diduga karena korsleting listrik.

Akan tetapi, menurutnya, hal itu harus dibuktikan dengan penyelidikan lebih lanjut.

Disampaikannya, api dapat dipadamkan setelah 13 personel pemadam kebakaran (damkar), dibantu warga, personel TNI-Polri, dan relawan lain, berjibaku dengan api.

Serta, pihak terkait mengirim empat armada pemadam kebakaran dari pos induk dan pos jaga Candiroto.

“‎Ada dua mobil pemadam dari kantor induk dan pos jaga Candiroto, serta dua mobil water supply,” ujarnya. (Yayan Isro’ Roziki) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!