Berkah Ramadhan bagi Petani Timun Suri di Bodeh Pemalang

oleh

Uri.co.id, PEMALANG – Bulan Ramadhan membawa berkah tersendiri bagi petani timun suri (barteh) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Selain harga naik, hasil panen tahun ini juga mengalami peningkatan sehingga mereka mendapat keuntungan cukup banyak.

Timun suri merupakan salah satu buah yang laris saat bulan Ramadan.

Banyak warga yang berburu buah tersebut hingga ke lahan pertaniannya.

Selain enak sebagai menu buka, buah tersebut juga dipercaya dapat menjaga kesehatan selama berpuasa.

Warga Kesesi, Kabupaten Pekalongan, Eka (38), mengatakan setiap Ramadhan selalu berburu buah tersebut.

“Saya sering berburu kalau sore hari bersama anak sekalian ngabuburit.

Lokasi petani timun suri dekat dengan rumah,” kata Eka kepada Jateng.com, Sabtu (18/05/2019) sore.

Menurutnya, membeli langsung di sawah itu lebih murah dibandingkan beli di pasar.

Kemudian membeli timun suri langsung dari petani pasti kondisinya masih segar.

“Bbiasanya kalau di pasar per biji harganya Rp 5 ribu, di petani hanya Rp 3 ribu,”jelasnya.

Eka mengungkapkan, daging buah timun suri yang lembut diyakini baik untuk pencernaan dan lambung.

“Daging buahnya lembut sehingga sangat baik untuk pencernaan.

Apalagi kalau buahnya yang sudah mletek, terus dicampur air gula pasir atau sirup apalagi ditambah es pasti enak banget,” ujarnya.

Rohyat (45) petani Desa Cangkak Kecamatan Bodeh, Pemalang mengatakan sejak awal puasa ia sudah memanen buah timun suri.

“Dua bulan yang lalu saya sudah menanam buah timun suri.

Sebelumnya, saya biasa menanam sayuran kayak kangkung dan terong,” katanya.

Rohyat mengungkapkan, dalam sekali panen ia bisa menghasilkan satu hingga dua kwintal timun suri tergantung luas lahan yang ditanam.

Hasil panen ia jual ke Pasar Kesesi atau ke Pasar Pemalang.

“Dalam sehari saya panen dua kali, pagi dan sore.

Bahkan ada pengepul serta warga yang langsung datang ke sawah,” jelasnya.

Harga jual timun suri di tingkat petani Rp 3 ribu hingga Rp 5 ribu per buah, tergantung besar kecilnya buah.

Permintaan timun suri di bulan Ramadhan sangat besar karena banyak yang mencari.

“Dalam sehari kami bisa mendapatkan untung Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.

Sepengalaman saya, persawahan di Pantura sangat cocok untuk tanaman timun suri.

Buah ini bisa tumbuh subur di lahan yang sedikit air.

Keuntungan lain, perawatan tanaman ini hanya membutuhkan biaya sedikit,” tambahnya. (Dro) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!