Berkah Ramadan, 700 Warga Purwoyoso Semarang Dapat Sembako Gratis

oleh

Uri.co.id, SEMARANG – Sebanyak 700 warga kurang mampu Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang mendapatkan sembako gratis, Minggu (26/5/2019).

Untuk mendapatkan sembako gratis, mereka mengantre sejak pagi di aula Kantor Kelurahan Purwoyoso.

Warga RT 3 RW 12 Purwoyoso, Tri Handayani mengaku, sangat bersyukur mendapatkan sembako gratis dari kelurahan.

Menurutnya, pemberian ini sangat membantu keluarganya terlebih menjelang lebaran yang mana kebutuhan meningkat.

“Alhamdulillah dapat bingkisan gratis. Tentu ini sangat membantu saya. Apalagi saat mau lebaran seperti ini, kebutuhan semakin banyak,” tutur Yani usai mengantre sembako gratis.

Sembako gratis yang dibagi kepada 700 warga tersebut berisi beras 2,5 kilogram (kg), 5 bungkus mie instan, 1 liter minyak, 1 kg gula, 1 kotak ceh celup, dan satu kaleng kue lebaran.

Tri berharap, acara pembagian sembako yang dikemas dalam kegiatan bakti sosial ini dapat berlanjut setiap tahun agar dapat meringankan beban warga tidak mampu menjelang lebaran.

Lurah Purwoyoso, Patrick Bagus Yudhistira mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan kelurahan setiap menjelang lebaran.

Kegiatan ini dapat terselenggara karena adanya bantuan dari berbagai pihak antara lain pihak kecamatan, beberapa pihak kelurahan, sejumlah donatur, serta para pengusaha di lingkungan Purwoyoso.

“Setiap paket sembako seharga Rp 100 ribu tapi kami beri gratis kepada warga,” katanya.

Adapun warga yang mendapatkan paket sembako ini, sebutnya, merupakan warga yang benar-benar kurang mampu dan terdaftar di data miskin pemerintah.

Selain pemberian paket sembako gratis, pihak kelurahan juga memberikan santunan bagi 75 anak yatim yang ada di Kelurahan Purwoyoso. Pihaknya juga mengadakan pasar murah di halaman kantor kelurahan. Pasar murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok yang dijual separuh harga pasar.

Menurut Patrick, harga sembako yang biasanya melonjak mendekati lebaran menjadi beban bagi keluarga yang kurang mampu.

Sehingga, kegiatan ini diharapkan dapat membantu keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan menjelang lebaran.

Di samping itu, hal ini juga untuk membangun keguyuban antarwarga Purwoyoso. Jika masyarakat guyub, pembangunan lingkungan akan lebih merata dan tertata.

“Kami dorong sedulur yang butuh diangkat supaya ada keguyuban bangun lingkungan. Kalau masyarakat guyub, saya yakin mereka akan peduli dengan pembangunan lingkungan,” sebutnya. (eyf) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!