Harga Petai Tembus Rp 12 Ribu/Lonjor, Pedagang di Pasar Langon Kota Tegal Pilih Tak Sediakan Stok

oleh

Uri.co.id, TEGAL – Harga petai di Kota Tegal menembus Rp 10 ribu per lonjor. Tingginya harga petai ini membuat pedagang sayur di Pasar Langon dan Pasar Martoloyo, Kota Tegal, lagi menjualnya.

Satu di antaranya, Sari (29), pedagang sayur di Pasar Langon. Dia tak menjual lagi petai sejak awal Ramadan.

Menurutnya, hargai petai nai sejak memasuki bulan puasa. Kenaikan harga terjadi secara bertahap dari Rp 2.500 kemudian menjadi Rp 4.000, Rp 7.000, Rp 9.000, dan kini Rp 10 ribu per lonjor.

“Saya tidak berani jual petai. Harganya mahal. Nanti malah ga ada yang beli,” katanya saat ditemui Uri.co.id, Selasa (4/5/2019).

Senada disampaikan Ani (45), penjual sayur di Pasar Langon. Saat harga murah, dia biasa membeli dari pedagang di Pasar Kota Tegal dan Pasar Banjaran, Kabupaten Tegal.

“Tidak berani menjual petai karena harganya sama-sama mahal. Saya beli Rp 10 ribu, nantinya saya jual Rp 12 ribu. Itu pun belum menjamin untung,” ungkapnya.

Sedangkan di Pasar Martoloyo, beberapa pedagang masih menjual petai.

Juleha (55), pedagang sayur di Pasar Martoloyo, mengaku menjual petai Rp 12 ribu per lonjor. Dari harga tersebut, dia ambil untung Rp 2.000.

“Tapi, tak berani menyetok banyak karena takut tidak laku. Awal puasa lalu, harga petai masih Rp 5.000 per lonjor sekarang sudah Rp 12.000,” katanya.

Pedagang lain, Siono (35), memilih tidak menjual petai sejak pertengahan Ramadan.

“Dari pada rugi, saya milih tidak jualan,” katanya. (fba) ()

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!